Senin, 02 Januari 2012

Software akuntansi (DAC EASY ACCOUNTING)

DacEasy Accounting adalah adalah satu software komputer untuk akuntansi yang di produksi oleh Sage Software, Inc. Dac Easy accounting merupakan serangkaian modul yang terintegrasi guna mengolah data akuntansi sehingga menghasilkan laporan keuangan.
Dengan DacEasy Accounting pengolahan data akuntansi yang manual relatif tidak diperlukan lagi, karena dapat ditangani dengan cepat dan tepat oleh DacEasy Accounting. DacEasy Accounting & Payroll 95 memiliki berbagai keunggulan baik dari segi fungsi, menu dan modul jika dibandingkan versi- versi sebelumnya.

Kelengkapan fitur
Perkembangan perangkat lunak (software) Akuntansi berbasis komputer yang semakin canggih dan mudah dioperasikan merupakan iklim yang kondusif bagi dunia bisnis yang dinamis. DacEasy Accounting (DEA) buatan DacEasy Inc. -Dallas, Texas AS merupakan program komputer akuntansi yang paling dikenal di Indonesia era tahun 1990-an.

Kelengkapan fasilitas, fleksibilitas dan mudah dioperasikan menjadikan DEA lebih tepat diposisikan sebagai software untuk menjalankan bisnis daripada sekedar software akuntansi. DEA memiliki berbagai keunggulan dibanding software sejenis dimasa itu terutama pada modul Inventory dan berbagai jenis laporan yang sangat mendukung keakuratan data untuk pengambilan keputusan bisnis disektor keuangan.

Pada awalnya dibuat untuk sistem operasi DOS dengan menggunakan bahasa Basic. Mulai versi 2.0 DacEasy Accounting dibuat menggunakan bahasa C dengan tujuan meningkatkan kecepatan program. Inovasi selalu dilakukan oleh Dac Software Inc, untuk memeperbaiki kinerja program dengan mengeluarkan versi terbaru baik dengan sistem operasi DOS maupun Windows. Saat ini sudah beredar DEA versi Indonesia dengan sistem operasi DOS yang telah disesuaikan dengan kondisi seperti penambahan digit dan modul dalam bahasa Indonesia.

Perkembangan DEA dengan sistem operasi windows dimulai pada tahun 1993 (versi 1) dengan nama DacEasy Accounting for Windows. DEA versi 1 diperbaharui dengan mengeluarkan versi 2, disusul kemudian versi 3 yang dikenal dengan sebutan DacEasy Accounting & Payroll 95, kemudian versi 4 yang dikenal dengan DacEasy Accounting & Payroll 97 yang dikeluarkan tahun 1997.

1. Jurnal Pembelian
Jurnal khusus yang digunakan untuk mencatat transaksi pembelian barang dagang atau aktiva lain secara kredit.

2. Jurnal Pengeluaran Kas
Jurnal khusus yang digunakan untuk mencatat semua transaksi dimana perusahaan mengeluarkan uang secara tunai. ( cek, giro pos, giro bilyet, wesel pos, traveler check)

3. Jurnal Penjualan
Jurnal khusus yang digunakanuntuk mencatat penjualan barang dagang secara kredit

4. Jurnal Penerimaan Kas
Jurnal khusus yang digunakan untuk mencatat transaksi dimana perusahaan menerima uang secara tunai. (cek, giro pos, giro bilyet, wesel pos, traveler check).
Siklus Akuntansi
Siklus akuntansi adalah suatu proses penyediaan laporan keuangan
perusahaan untuk suatu periode waktu tertentu. Siklus ini dimulai dari terjadinya
transaksi, sampai penyiapan laporan keuangan pada akhir suatu periode. Ditinjau dari segi waktu siklus akuntansi dapat dikelompokkan ke dalam dua tahap, sebagai berikut:
1. Tahap pencatatan, yang dilakukan selama periode akuntansi, meliputi pencatatan bukti transaksi, jurnal, dan buku besar.
2. Tahap pengikhtisaran, yang dilakukan pada akhir periode akuntansi, meliputi penyusunan neraca saldo, jurnal penyesuaian, laporan keuangan serta penutupan buku besar.
Adapun modul yang disertakan dalam Dac Easy Accounting adalah sebagai berikut:
1.    Custumer.
2.    Vendors.
3.    Products.
4.    General Ledger.
5.    Purchaise Order.
6.    Invoicing.
7.    Fixed Assets.
8.    Financials.
9.    Report Generator.
10.    Payroll.
11.    Assistant.
12.    LayOut Desaigner.


Menu View
Menu View digunakan untuk menampilkan mudul guna meng-inputkan data-data yang terjadi pada periode akuntansi yang berjalan.
    Penjualan Tunai.
a.    Klik icon invoicing.
b.    Klik icon product invoice.
c.    Klik save.
    Penjualan secara kredit.
a.    Aktifkan modul invoicing.
b.    Klik product invoice.
c.    Klik save.
    Pembelian secara kredit.
a.    Aktifkan modul purchase order.
b.    Klik ikon purchase order entry.
c.    Klik save.
    Transaksi yang tidak lazim.
a.    Aktifkan modul General Ledger.
b.    Klik ikon journals.
c.    Klik save.
    Pembayaran gaji dan upah.
a.    Aktifkan modul bank.
b.    Klik expense check.
c.    Klik save.
    Pembayaran dimuka.
a.    Aktifkan General Ledger.
b.    Klik ikon prepayment.
c.    Klik save.


Referensi:
http://hmjakuntansiunswagati.blogspot.com/2011/04/belajar-dac-easy-accounting.html
http://azurazhea.blogspot.com/2010/10/dac-easy-accounting.html
http://agushusain.wordpress.com/2009/02/16/dac-easy-accounting/
»»  Baca Selanjutnya...

Jumat, 11 November 2011

Penjelasan SOX dan kaitannya dengan SPI

Pengendalian intern adalah suatu proses yang terdiri dari usaha atau tindakan-tindakan yang tepat dan terintegrasi yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan.

Pelaksanaan pengendalian intern melibatkan seluruh anggota organisasi bukan dibebankan pada bagian tertentu saja, sehingga memberikan keyakinan terpercaya atas seluruh kegiatan organisasi yang meliputi realibility dari pelaporan keuangan, efisiensi dan keefektifan atas kegiatan atau operasi perusahaan dan kepatuhan terhadap hokum dan undang-undang yang berlaku

Secara umum Sarbanes Oxley Act mengatur tentang Akuntansi, pengungkapan dan pembaharuan governance, yang mensyaratkan adanya pengungkapan yang lebih banayak mengenai informasi keuangan, keterangan tentang hasil-hasil yang dicapai manajemen, kode etik bagi pejabat di bidang keuangan, pembatasan komite audit yang independen, pembatasan kompensasi eksekutif dll.

Dalam akuntansi kita mengenal beberapa cara yang ditempuh untuk mengadakan Internal Controls antara lain:

1. Establishment of Responsibility

2. Segregation of Duties

3. Physical, Mechanical, and Electronics Controls

4. Independent Internal Verification

5. Documentation procedures

Referensi:
http://arvan8.dagdigdug.com/about/
»»  Baca Selanjutnya...

Penjelasan Elemen Struktur Pengendalian Intern

1. Lingkungan Pengendalian (Control Environment)

Lingkungan pengendalian perusahaan mencakup sikap para manajemen dan karyawan terhadap pentingnya pengendalian yang ada di organisasi tersebut. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap lingkungan pengendalian adalah filosofi manajemen (manajemen tunggal dalam persekutuan atau manajemen bersama dalam perseroan) dan gaya operasi manajemen (manajemen yang progresif atau yang konservatif), struktur organisasi (terpusat atau ter desentralisasi) serta praktik kepersonaliaan. Lingkungan pengendalian ini amat penting karena menjadi dasar keefektifan unsur-unsur pengendalian intern yang lain.

2. Penilaian Resiko (Risk Assesment)

Semua organisasi memiliki risiko, dalam kondisi apapun yang namanya risiko pasti ada dalam suatu aktivitas, baik aktivitas yang berkaitan dengan bisnis (profit dan non profit) maupun non bisnis. Suatu risiko yang telah di identifikasi dapat di analisis dan evaluasi sehingga dapat di perkirakan intensitas dan tindakan yang dapat meminimalkannya.

3. Prosedur Pengendalian (Control Procedure)

Prosedur pengendalian ditetapkan untuk menstandarisasi proses kerja sehingga menjamin tercapainya tujuan perusahaan dan mencegah atau mendeteksi terjadinya ketidakberesan dan kesalahan. Prosedur pengendalian meliputi hal-hal sebagai berikut:

    Personil yang kompeten, mutasi tugas dan cuti wajib.
    Pelimpahan tanggung jawab.
    Pemisahan tanggung jawab untuk kegiatan terkait.
    Pemisahan fungsi akuntansi, penyimpanan aset dan operasional.

4. Pemantauan (Monitoring)

Pemantauan terhadap sistem pengendalian intern akan menemukan kekurangan serta meningkatkan efektivitas pengendalian. Pengendalian intern dapat di monitor dengan baik dengan cara penilaian khusus atau sejalan dengan usaha manajemen. Usaha pemantauan yang terakhir dapat dilakukan dengan cara mengamati perilaku karyawan atau tanda-tanda peringatan yang diberikan oleh sistem akuntansi.

5. Informasi dan Komunikasi (Information and Communication)

Informasi dan komunikasi merupakan elemen-elemen yang penting dari pengendalian intern perusahaan. Informasi tentang lingkungan pengendalian, penilaian risiko, prosedur pengendalian dan monitoring diperlukan oleh manajemen Winnebago pedoman operasional dan menjamin ketaatan dengan pelaporan hukum dan peraturan-peraturan yang berlaku pada perusahaan.

Referensi:
http://id.wikipedia.org/wiki/Pengendalian_intern
»»  Baca Selanjutnya...
 

Shantii Widya Kusuma Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by faris vio Templates Image by vio's Notez